InfoLiputan.com - Update Berita

Kumpulan Info Terbaru dan Bermanfaat


HEBAT !! Demi Gelar Sarjana, Mahasiswi Ini Rela Narik Angkot dan Jadi Kuli !

Demi Gelar Sarjana, Mahasiswi Ini Rela Narik Angkot dan Jadi Kuli - Cita cita memang harus diraih. Meski terlalu besar dan tinggi, mimpi harus tetap terus dikejar. Ada banyak orang yang jatuh-bangun mengejar mimpi-mimpinya. Namun, berkat kerja keras, kesabaran, dan juga kegigihan, mereka akhirnya dapat sukses dan mewujudkan mimpinya itu.


Seperti yang dialami mahasiswi tangguh asal Manado, Sulawesi Utara ini. Namanya Brenda Trivena Grace Salea. Kehidupan yang sulit membuatnya harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya. Meski berparas cantik, Brenda tak pernah gengsi untuk menerima pekerjaan apa saja. Termasuk menjadi supir angkot.

Tahun 2016 lalu, dilansir dari salah satu media nasional, dia berkuliah di Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK)-Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Manado, semester 7. Anak kedua dari tiga bersaudara ini dikenal supel dan pintar di kampusnya.

Namun, di kampung halamannya, Likupang, Minahasa Utara, Brenda justru dikenal sebagai sosok yang lain. Ternyata, Brenda merupakan supir angkot jurusan Likupang-Tatelu. Karena parasnya yang cantik dan tubuhnya yang semampai, banyak mahasiswa di kampusnya yang tak perncaya kalau Brenda rela menjadi supir angkot demi membayar uang kuliah.

Perekonomian keluarga Brenda memang tak baik. Karena itulah, Brenda ingin membantu meringankan beban kedua orangtuanya. Brenda yang saat itu masih berusia 21 tahun, ternyata juga memiliki pekerjaan sampingan lain yang tak kalah berat dari menarik angkot.

Salah satunya bekerja dengan mengangkat karton-karton berisi air mineral untuk dipasok ke warung-warung sekitar tempat tinggalnya. Ya, Brenda ini ternyata bukan cuma pintar dan cantik, tapi juga punya tenaga yang luar biasa. Soalnya, selain memasok air mineral, dia juga ternyata pernah menjadi kuli bangunan.

Ternyata, pekerjaan ini tak berat buatnya. Soalnya, sejak duduk di kelas 4 SD, dia sudah turun ke jalanan untuk menjual ikan. Ketika dia duduk di bangku SMP, dia pun berjualan pisang untuk membantu perekonomian keluarganya. Sang ayah, sejak dia kecil, juga merupakan seorang supir angkot.

Meskipun begitu, Brenda tak pernah merasa malu dengan pekerjaannya yang banyak orang bilang merupakan pekerjaan kasar. Apa lagi, pekerjaan sebagai kuli dan pemasok biasanya dikerjakan para pria. Namun, dengan segenap semangat dan perjuangan untuk meraih gelar sarjana, Brenda melakukan itu semua.

Awas Hati-hati! Pedagang Minuman Teh di Monas Pakai Air Limbah Tetesan Rel Kereta

Awas Hati-hati! Pedagang Minuman Teh di Monas Pakai Air Limbah Tetesan Rel Kereta - Bagi Anda yang sedang pergi rekreasi di sekitaran Monas, mulai sekarang harus hati-hati karena banyak pedagang minuman keliling yang curang dan nakal seperti pedagang minuman teh yang mencampur air limbah tetesan rel kereta ke dalam minumannya. Selain itu gelas yang yang di gunakan juga gelas bekas yang tidak baik untuk kesehatan.


Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Pusat pun langsung menindak lapak PKL yang berada di bawah rel kereta di sekitar Masjid Istiqlal. Hal ini menindaklanjuti informasi masyarakat keberadaan PKL yang kerap menampung air tetesan dari rel kereta dan digunakan untuk membuat minuman.

"Lapaknya langsung diangkut, jadi mereka jual minuman tapi bahan airnya tetesan air dari atas rel kereta, itu kotor sekali," ujar Kasatpol PP Jakarta Pusat Iyan Sophian Hadi, Jumat (11/3). Petugas pun langsung mengangkut seluruh lapak PKL dan alat penyaring air. "Bahan baku airnya itu sangat berbahaya karena bukan air bersih, masyarakat bisa rawan terjangkit penyakit nantinya," katanya.

Kawasan rel kereta di sekitar Masjid Istiqlal memang kerap digunakan PKL sebagai pintu masuk ke kawasan Monas. Petugas sendiri ditugaskan untuk berjaga di sisi Jalan Perwira agar mereka tidak bisa melintas masuk ke kawasan Monas.

Saat ditangkap petugas, pedagang tersebut sempat berdalih dagangan es teh tersebut bukan miliknya. "Dia sempat bilang bukan punya saya pak," kata Kasatpol PP Jakarta Pusat, Iyan Sophian Hadi, kepada merdeka.com, Jumat (11/3).

Tapi anak buahnya tak mudah percaya. Mereka meminta pedagang tersebut mau meminum teh dagangannya jika bahan baku yang digunakan bukan dari air limbah. "Kita bilang, kalau enggak ada apa-apa, lo cicipun, mau enggak? Tapi dia enggak mau. Logikanya kalau bersih pasti dia mau," tambahnya.

Dari tampilannya, es teh itu memang tak mencurigakan. Si pedagang menjual es teh seharga Rp 5000 per gelas. Saat dimintai keterangan petugas, pedagang tersebut mengaku sudah beberapa bulan berdagang es teh air limbah. Iyan berjanji akan menertibkan pedagang nakal dan membahayakan seperti ini.

"Jadi memang kaya gini ini udah dicurigai anak-anak, soalnya dagangannya enggak habis-habis. Makanya diikuti ke arah Jl Veteran, eh benar, di dekat tiang rel kereta ada paralon, naik airnya ditampung dari sana," bebernya.

Dia juga menyelidiki apakah gelas dan es batu yang digunakan tidak bersih. "Kita akan terus kita tertibkan, karena memang Monas sekarang harus steril.

Inilah Efek Buruknya Kegemukan di Tubuh Wanita

Inilah Efek Buruknya Kegemukan di Tubuh Wanita - Dibandingkan pria, tubuh wanita memang lebih mudah mengalami kegemukan. Tak hanya merusak penampilan dan mengurangi rasa percaya diri, kegemukan pada tubuh wanita juga memiliki efek buruk tambahan pada kesehatan.


(wanita gemuk)

Efek obesitas (kegemukan) pada tubuh wanita jauh lebih jelas dibandingkan pria. Pada pria, efek kegemukan umumnya hanya bersifat medis, sedangkan pada wanita juga berpengaruh pada psikologis atau kejiwaannya. Ujung-ujungnya, jiwa yang tidak sehat makin memperburuk kondisi fisik.

Berikut beberapa efek buruk yang ditimbulkan kegemukan di tubuh wanita, seperti dilansir Boldsky, Senin (27/5/2013):

1. Menstruasi tidak teratur
Tidak teraturnya periode menstruasi bisa terjadi akibat terlalu banyak lemak yang menumpuk di sekitar rahim. Ini sangat umum terjadi pada remaja yang gemar mengonsumsi junk food.

2. Risiko serangan jantung
Ada mitos yang mengatakan risiko penyakit jantung pada wanita lebih kecil dibanding pria. Tapi pada wanita yang sudah menopause, risiko serangan jantung menjadi lebih besar. Terlebih bila wanita tersebut bertubuh gemuk.

3. Degenerasi otot
Degenerasi otot dan kelemahan terjadi karena terlalu banyak penumpukan lemak di tubuh. Orang gemuk biasanya tidak banyak berolahraga sehingga harus berakhir dengan otot yang lemah.

4. Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi terjadi karena penumpukan kolesterol pada pembuluh darah, yang sangat umum terjadi pada orang-orang gemuk.

5. Arthritis
Ketika sendi pada tubuh tak mampu menahan tekanan bobot tubuh yang berlebih, maka bisa mengakibatkan terjadinya chronic inflammatory diseases seperti arthritis atau nyeri sendi.

6. Tumit pecah-pecah
Badan yang terlalu berat akan menempatkan tekanan secara ekstrem pada tubuh Anda. Hal ini dapat menyebabkan tumit pecah-pecah dan menyakitkan.

7. Batu empedu
Batu terbentuk di kantung empedu karena metabolisme lemak yang tidak tepat. Itulah mengapa wanita gemuk lebih rentan terhadap batu empedu.

8. Kista
Poly cystic ovaries atau kista ovarium telah terbukti terjadi karena kebiasaan makan yang tidak sehat. Kista kecil terbentu di seluruh ovarium menyebabkan menstruasi yang tidak teratur dan dalam beberapa kasus mengakibatkan infertilitas (kemandulan).

9. Kemandulan
Wanita gemuk berisiko tinggi mengalami ketidakseimbangan hormon, yang menjadi penyebab infertilitas atau kemandulan pada wanita.

10. Stretch Mark
Ketika kulit (lapisan atas kulit) yang terentang melampaui batas, itu bisa menyebabkan stretch mark. Ini memiliki dampak psikologis pada wanita.

11. Depresi
Depresi pada wanita biasa terjadi karena ketidakseimbangan hormon yang diinduksi oleh obesitas. Hal ini juga dapat terjadi karena efek psikologis dari menjadi gemuk.

Waspadai Kerusakan Pembuluh Darah, Jika Luka Tak Kunjung Sembuh

Waspadai Kerusakan Pembuluh Darah, Jika Luka Tak Kunjung Sembuh - Penyakit pembuluh darah memiliki manifestasi yang bervariasi. Salah satu yang paling sering ditemukan adalah penonjolan pembuluh darah di kaki atau yang sering dikenal dengan istilah varises.


Varises jika sudah memasuki stadium lanjut akan menimbulkan luka pada kaki. Luka ini tidak akan bisa sembuh jika akar permasalahan dari luka, yaitu problem pembuluh darah, tidak ditangani.

Spesialis Bedah Vaskular RS Premier Bintaro dr. Suhartono, Sp.B(K)V mengatakan, luka yang biasanya terjadi di kaki dan tidak sembuh-sembuh biasanya merupakan manifestasi dari kerusakan pembuluh darah. Sayangnya, jika berobat pasien hanya diberikan penanganan untuk menyembuhkan luka, bukan untuk menyelesaikan permasalahan pembuluh darah.

"Penanganan pada lukanya saja tidak akan menyelesaikan masalah. Luka akan tetap terbuka, karena yang rusak adalah pembuluh darah," ujarnya seusai peresmian Vascular Centre di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (26/5/2013).

Saat pembuluh darah rusak, tutur Suhartono, darah tidak akan mengalir dengan lancar. Darah yang tidak dapat dialirkan akan mengumpul di pembuluh darah bagian kaki dan lama-lama akan merusak. Pembuluh darah bisa pecah, merusak kulit, maka terjadilah luka.

Suhartono memaparkan, pemeriksaan pembuluh darah meliputi analisa riwayat penyakit dan uji fisik untuk mengetahui penyebab dan stadium dari kerusakan pembuluh darah. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk mengidentifikasi penyebab pasti kerusakan pembuluh darah.

Sedangkan terapi yang digunakan untuk mengobati kerusakan pembuluh darah, terutama di kaki yang timbul luka adalah dengan skleroterapi, yaitu upaya menutup pembuluh dengan suntikan obat. Prosedur ini biasanya digunakan untuk pembuluh yang kecil dan halus. Selain itu, ada pula terapi pembuangan pembuluh yang rusak dan penggunaan laser.

Namun pilihan terapi pertama yaitu perubahan gaya hidup dengan mempertahankan berat badan yang ideal, elevasi tungkai saat beristirahat, tidak berdiri ataupun duduk untuk jangka waktu yang lama, dan menggunakan stoking kompresi.

Awas..."Ngorok Berat" Bisa Terancam Stroke

Awas..."Ngorok Berat" Bisa Terancam Stroke - Mendengkur telah lama dikaitkan dengan banyak penyakit jantung, pembuluh darah, dan stroke. Kini, sekelompok peneliti dari Korea mencoba melihat hubungan antara ngorok, sleep apnea, dengan risiko stroke dan demensia lewat pengamatan pada perubahan substansia alba otak.

(mendengkur atau ngorok)

Suara dengkuran selama ini dianggap sebagai suara yang mengganggu. Namun, kenyataannya, ngorok bisa menjadi suatu tanda yang membahayakan. Bahaya tersebut adalah sebuah penyakit tidur bernama sleep apnea.

Sleep apnea artinya henti napas saat tidur yang mempunyai dua gejala utama, yaitu mendengkur dan kantuk berlebihan di siang hari. Pada saat tidur, penderitanya mengalami penyempitan saluran napas hingga mengganggu aliran udara. Bahkan, walau gerak napas tetap ada, aliran udara terputus seolah tercekik dalam tidur. Akibat sesak, penderita akan terbangun singkat untuk bernapas. Namun, ia tak akan sadar jika sepanjang malam terbangun-bangun dari tidur.

Kadar oksigen pada tubuh akan turun dan naik selama tidur. Aktivitas simpatis juga meningkatkan kekentalan darah dan merusak dinding pembuluh darah. Kedua mekanisme ini yang diduga mengakibatkan perubahan pada struktur substansia alba di otak.

Penelitian

Penelitian yang diterbitkan pada jurnal kedokteran tidur SLEEP ini ingin melihat hubungan derajat keparahan mendengkur dengan perubahan pada struktur white matter/substansia alba otak. Perubahan pada substansia alba dikaitkan dengan berkembangnya stroke dan demensia.

Sebanyak 503 orang peserta diperiksa di laboratorium tidur untuk mengetahui derajat keparahan dengkuran/sleep apnea-nya. Para peserta, dengan berbagai derajat keparahan sleep apnea ini, diperiksa struktur otaknya dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI).

Keparahan sleep apnea dilihat dari indeks henti napas per jam apnea hypopnea index (AHI). AHI kurang dari lima dinyatakan normal, tak menderita sleep apnea. AHI 5-15 kali per jam merupakan sleep apnea ringan. AHI 16-30 sleep apnea sedang dan AHI lebih dari 30 kali per jam adalah sleep apnea yang berat.

Hasilnya, pendengkur dengan sleep apnea sedang dan berat mempunyai risiko dua kali lipat untuk alami perubahan pada substansia alba-nya. Artinya, pendengkur, jika menderita sleep apnea sedang-berat, punya risiko dua kali lipat untuk menderita stroke atau demensia.

"Sleep apnea" dan stroke

Penelitian ini sejalan dengan peneliti sebelumnya di tahun 2005 pada American Journal of Hypertension yang juga mengaitkan sleep apnea dengan stroke. Namun, kelompok peneliti ini lebih melihat efek penurunan kadar oksigen pada sleep apnea dengan angka kejadian stroke. Dua kelompok peneliti berbeda di Jepang juga melakukan penelitian yang sama. Keduanya menemukan tingginya angka penderita gangguan pembuluh darah otak dengan derajat keparahan sleep apnea.

Perawatan "sleep apnea"

Ngorok sudah tak dapat diabaikan lagi. Namun, jangan salah dimengerti. Keparahan sleep apnea dilihat dari derajat henti napasnya, bukan dari volume suara dengkuran. Berbagai penelitian semuanya melihat dari henti napas yang dialami pendengkur, tidak pada volume suara atau seberapa mengganggunya suara dengkuran tersebut.

Untuk mengetahui seorang pendengkur menderita sleep apnea atau tidak, diperlukan pemeriksaan saksama di laboratorium tidur.

Perawatan nantinya ditentukan dari hasil pemeriksaan tidur. Sementara ini, yang paling banyak digunakan adalah perawatan dengan gunakan continuous positive airway pressure (CPAP). Sebuah alat yang meniupkan tekanan positif ke hidung pasien untuk menjaga agar saluran napas tetap membuka saat tidur.

Perawatan sleep apnea ditujukan untuk mengatasi henti napas agar kesehatan dan kualitas hidup tetap terjaga serta menghindari cedera lebih lanjut pada otak. Tentu saja suara dengkuran pun akan hilang nantinya.