Polwan Cantik Jadi DPO, Kapolsek Cibeunying Ikut Menghilang - Polwan cantik yang sehari-hari bertugas di Polres Mojokerto, Jawa
Timur, Briptu Rani Indahyuni Nugrahaeni, menjadi buron dan masuk Daftar
Pencarian Orang (DPO) Polres tempatnya berdinas. Hal ini dilakukan
karena Briptu Rani dianggap desersi atau meninggalkan kewajiban dinas
sebagai polwan.
Keberadaan Rani, menurut pamannya, ada di sebuah rumah di Jakarta.
Saat ini, kondisi Rani sedang mengalami depresi berat, sehingga harus
didampingi dokter ahli jiwa. (sumber)
Orang tua Briptu Rani, yang merupakan Kapolsek di Polsekta
Cibeunying Kaler, Bandung, Komisaris Polisi Maedi Suti belum bisa
dimintai komentar atas kasus yang menimpa putrinya itu.
Saat VIVAnews mencoba menemuinya di Mapolsek Cibeunying
Kaler, Kamis 23 Mei 2013, ruangan kapolsek Cibeunying Kaler tampak
kosong. Petugas piket di Mapolsek setempat, Briptu Dadan menyatakan
bahwa kapolsek sejak kemarin tidak berada di kantor.
"Sejak kemarin memang tidak ada di kantor, ke kantor sebentar, lalu pergi lagi," ujar Briptu Dadan.
Briptu Rani dikabarkan menjadi korban bullying seniornya. Salah satu penyebabnya adalah gaya hidup Rani yang mencolok.
Sebelumnya, paman Rani, Syariefuddin membantah pemberitaan terkait
keponakannya yang selama ini beredar di masyarakat. Menurut Syarief,
Rani telah menjadi korban pelecehan seksual atasannya.
Selain itu, ia pun menuturkan, Rani menjadi korban bullying
seniornya di Polres Mojokerto. "Dia merasa tertekan dengan ulah
kapolres juga, karena sering memanggil dia di luar jam-jam tugas," kata
dia.
Bahkan, Syariefuddin membeberkan, ada satu kejadian yang membuat
Rani sakit hati. Pada suatu hari, saat Rani tengah mengukur baju dinas
dengan tukang jahit di sebuah ruangan, ada kapolres beserta
wakil-wakilnya. Akhirnya, kapolres sendiri yang mengambil alih mengukur
baju Rani.
"Ini kan tidak pantas. Masa seorang kapolres mengukur baju Rani sambil menjamah-jamah," ungkapnya.
